Spesimen ini memperlihatkan rahim pada kehamilan sekitar lima bulan dengan janin kembar, lengkap dengan plasenta, tali pusat, dan selaput ketuban. Perhatikan bahwa kedua janin berbagi satu plasenta, tetapi berada dalam dua kantong ketuban. Susunan ini disebut kembar monokorionik diamniotik, yang umumnya terjadi ketika satu embrio membelah beberapa hari setelah fertilisasi. Hubungan kedua janin dengan satu plasenta penting secara klinis karena pembuluh darah mereka dapat saling terhubung. Kondisi ini dapat menyebabkan twin-to-twin transfusion syndrome (TTTS), ketika aliran darah dari satu janin ke janin lainnya menjadi tidak seimbang.